Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Mata Air Lereng Semeru

Home
kotak pesan
Jun 2, 2008

Posted by Badrut Tamam on Sep 23, '09 10:29 AM for everyone

Attachment: kotak pesan.txt

Posted by Badrut Tamam on Sep 6, '08 3:17 AM for everyone

Menjaga Hidup Bertetangga Dalam  Ramadhan

 

وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الذِيى لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بِوَاثِقَهُ

"Demi Allah, tidak beriman … Demi Allah, tidak beriman …. Demi Allah, tidak beriman …! Dikatakan kepada beliau, Sipa ia itu wahai Rasulullah? Rasulullan SAW menjawab, "yaitu orang yang tetangganya tidak aman gara-gara ulahnya."
(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah r.a)

Hadits Rasulullah SAW yang berisi peringatan ini mengajarkan ke segenap ummat untuk menelihara akhlakul kariman dalam berinteraksi sosial khususnya pada kehidupan bertetangga. Terwujudnya suatu hubungan bermasyarakat yang nyaman ditentukan oleh kebaikan hubungan bertetangga.

Tetangga seakan saudara terdekat dalam satu lingkungan. Sehingga baik buruknya bertetangga menjadi ukuran iman seseorang. Maka, "memelihara hubungan dengan tetangga termasuk bagian dari kesempurnaan iman".

Hadist Rasulullah SAW menegaskan, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berlaku baik terhadap tetangganya,  barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berbicara yang baik atau diam saja." (H. R. Muslim)

Hadits shahih ini menjadi asuhan kehidupan bermasyarakat dengan menekankan kepada berbuat baik pada tetangga, menghormati tamu, dan seorang mukmin tidak boleh berkata, kecuali dengan perkataan yang baik. Memuliakan tetangga dapat dilakukan dengan bersikap ihsan kepadanya menurut kemampuan yang dimiliki, seperti sering hadiah menghadiahi, memberi salam, menampakkan keceriaan dan wajah manis dengan ikhlas, serta saling  membantu meringankan kesulitan yang sedanag dihadapi.

Di dalam ajaran Islam kewajiban bermasyarakaat amatlah luas, di antaranya hak tetangga, hak kerabat, hak sesama muslim dan hak sesama manusia walaupun bukan seorang muslim yang bukan pula kalangan kerabatnya. Seseorang dapat dikatakan "orang baik" apabila pergaulannya dan hubungan  dengan tetangga di lingkungannya baik. Apabila tingkah polah dan perilakunya selalu meresahkan atau mengganggu tetangganya, maka dia akan sangat dibenci oleh Allah SWT. Demikian tegasnya Rasulullah SAW menyebutkan di dalam hadits beliau,

 

لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارَهُ بِوَائِقَهُ

"Tidak dapat masuk sorga orang yang tetangganya tidak merasa  aman dari gangguannya". (H.R. Muslim)

Berdasarkan hadist di atas, jika ada tetangga yang mencela, seharusnya tidak membalas dengan celaan, dan bila ada tetangga yang menyakiti hati, tidaklah mesti berbalas dengan menyakiti hatinya. Semestinya segala urusan dikembalikan kepada Allah SWT sebagai penjaga dan pemelihara diri, jiwa dan kehormatan Dengan ini sikap pemaaf adalah paling utama.

Wasiat Rasulullah berkenaan masalah tetangga mesti diupayakan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, agar komuniotas lingkungan menjadi seperti sebuah keluarga yang kuat. Kehidupan bermasyaraakat dalam lingkungan muslim digambarkan sebagai batang tubuh yang satu. Manakala salah satu anggota tubuh itu sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan bertanggang sebagai satu bentuk solidaritas yang spontan. Kehidupan masyarakatnya selalu diikat dengan sikap saling tolong-menolong, bahu membahu dalam kebaikan dan taqwa.

Dengan terlaksananya berat sepikul ringan sejinjing atau amar ma'ruf dan nahi munkar, maka terciptalah sebuah masyarakat yang rukun, damai, aman, sentosa dan harmonis yang selalu diikat dengan nilai sopan santun. Masyarakat sedemikian disebut "Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur".

Sayyidah Aisyah Radhiaallahu 'anha mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda ;

 

صِلَةُ الرَّحِمِ وَ حُسْنُ الخُلُقِ وَ حُسْنُ الِجَوارِ يُعَمِّرْنَ الدِّيَارَ وَ يُزِدْنَ فِى الأَعْمَارِ

"Silaturrahmi, berakhlak mulia serta bertetangga dengan baik akan membangun dunia dan memperpanjang usia".(HR. Ahmad).

            Di dalam bulan Ramadhan amat di anjurkan saling memberi perbukaan, saling menegur dengan baik, saling menjauhi perkataan kumuh dan bohong, agar terjaga hubungan bertetangga yang baik. Semoga Allah SWT selalu memberi kita kekuatan. Amin.


Wassalam,

Buya H. Masoed Abidin


Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min sakhati-ka wa an-naar
Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun rahiim.


Posted by Badrut Tamam on Sep 2, '08 3:18 AM for everyone

Bismillahirrahmanirrahim,
Tamu Agung itu telah datang, kita Menapak Ramadhan dengan suka cita mendalam dan pengharapan yang besar. Bulan Seribu Bulan itu demikian besar artinya bagi kita kaum muslimin lantaran Ramadhan adalah sebuah Madrasah tempat kita membenahi compang-camping keimanan kita, merajut benang-benang taqwa hingga menjadi baju yang indah dan sejuk untuk dikenakan.
Ramadhan menjadi media pelatihan bagi kita kaum muslimin agar dijadikan bekal manapaki bulan -  bulan berikutnya juga dengan "Imanan Wahtisaban", sesungguhnya saat Ramadhan inilah Allah SWT menggembleng kadar keimanan dan ketaqwaan kita dengan harapan Sertifikasi Taqwa pada akhirnya berhasil kita raih.

SMS Ramadhan
Urgensi Ramadhan sebagai Madrasah Ruhani tercermin dari isi pesan singkat seorang sahabat saya yang begitu berkesan hingga kemudian saya sebarkan ke beberapa saudara-saudara muslim dan muslimah lainnya.
Berikut petikan sms tersebut :
Selamat menikmati BBM (Bulan Berkah & Maghfirah), tingkatkan Kualitas PREMIUM (Prei Makan dan Minum), jangan lupa Isi SOLAR (Sholat Lail dg Rajin) dan MYK TANAH (Memperbanyak Tadarrus dan Tahan Amarah)...

Akhirnya, Semoga Madrasah Ramadhan ini menjadikan kita hamba Allah yang lebih baik dan lebih bertaqwa...semoga



Posted by Badrut Tamam on Jul 26, '08 8:06 AM for everyone

Bangsa cina memang fenomenal, penghuni cina daratan dan cina perantauan yang tersebar diseluruh penjuru dunia telah membentuk sebuah komunitas terbesar dari jumlah populasi dunia, menariknya lagi sebagai bangsa besar yang berperadaban tinggi dan agung. Dimanapun orang cina berada, ia takkan pernah bisa dipisahkan dengan identitas budaya yang kuat dan tradisi niaga yang telah mendarah daging.

Kini setelah masyarakat cina modern tersebar maka secara perlahan - lahan terjadi proses pembaruan dan pembauran dengan tingkatan yang berbeda. Kini komunitas cina modern menjadi penganut beragam agama dan kepercayaan namun yang membanggakan simbol - simbol budaya dan tradisi leluhur menjadi sebuah simpul perekat diantara mereka sehingga secara sadar mereka berusaha melestarikannya dari masa ke masa.
Setidaknya sekali dalam setahun warga etnis tionghoa menggelar pesta rakyat tahun baru cina yang dirayakan dengan berbagai gelar budaya yang menampilkan sejumlah kesenian khas negeri naga seperti pawai lampion, barongsai atau liang liong dalam gebyar warna merah yang dominan dan salam khas yang kian akrab terdengar di telinga kita “GONG XI FAT CAI”

Jejak Kyai Kuning

Negeri Cina ternyata tidak hanya terkenal di mancanegara sebagai negeri kuning dengan sungai kuning (Hwang Ho), jika dilihat sejarah penyebaran agama Islam di nusantara maka peran penganjur - penganjur agama Islam dari negeri tiongkok patut dikedepankan, merekalah yang kemudian disebut oleh orang - orang pribumi atau masyarakat jawa sebagai kyai kuning.

Jejak kyai kuning sangat terlihat pada beberapa aristektur masjid tua dan bersejarah yang mengadopsi arsitektur khas negeri tiongkok dan memadukannya dengan arsitektur lokal dan timur tengah. Masjid Jami’ Sumenep dan Asta tinggi yang monumental sebagai makam raja - raja sumenep memperlihatkan jejak - jejak peninggalan kyai kuning dalam pembangunan peradaban Islam.

Cerita tentang kyai kuning ini tidaklah lengkap tanpa menyebutkan seorang  bahariwan agung Laksamana Cheng Hoo yang memimpin pelayaran muhibah sebanyak tujuh kali antara tahun 1405 hingga 1433 dan mengunjungi 30 negara di rantau melayu, Asia Selatan dan Timur Tengah. Cheng Hoo dan armadanya diyakini oleh banyak sejarawan dunia mempunyai andil yang besar dalam penyebaran agama Islam di semenanjung melayu termasuk di Pulau Jawa dan Sumatera. Dalam Perjalanannya ke Jawa Timur yang bertepatan pada hari Jum’at, Cheng hoo  didaulat sebagai Kyai Kuning yang berkhutbah di hadapan ratusan warga surabaya, diriwayatkan pula bahwa armada cheng hoo juga mentransformasikan beberapan kemahirannya di berbagai disiplin ilmu seperti perikanan, pertanian, peternakan dan pertukangan.

Kisah Heroik Kyai Kuning dalam syiar agama Islam adalah kepeloporan Pangeran Jin Bun putra prabu Brawijaya (1453 - 1478) dari seorang selir berdarah cina yang dalam beberapa catatan sejarah disebutkan beragama Islam. Pangeran Jin Bun yang beragama Islam diberi kedudukan sebagai Bupati Demak yang bergelar Raden Patah. Dari Demaklah gerakan reformasi sang kyai kuning di mulai. Raden Patah melihat kebesaran majapahit hanyalah semu belaka sebab persatuan dalam negeri melemah sementara penyebaran agama Islam di Pantai Utara dan Pesisir Timur Pulau Jawa sudah demikian meluasnya yang dipelopori oleh pedagang - pedagang tiongkok yang sebagian besar beragama Islam dan dukungan dari para sunan yang terkenal sebagai wali sembilan (wali songo).  Pada sekitar tahun 1500 M, Raden Patah/Jin Bun/R. Bintoro yang memerintah di Demak, secara terbuka memutuskan ikatan dari Majapahit yang sudah tidak berdaya lagi, dan atas bantuan daerah-daerah lain yang telah Islam antara lain Gresik, Tuban dan Jepara, Raden Patah mendirikan Kesultanan Islam yang berpusat di Demak.Dari Demaklah cita - cita Kyai Kuning untuk penyebaran dan pengembangan Syiar Islam dimulai dan Dari Demaklah Kebangkitan Islam pada mulanya disuarakan dan diperjuangkan hingga ke penjuru nusantara.

Kyai Kuning Dan Masjid Mohammad Chengho

Selain Jejak Perjuangan Kyai Kuning ternyata terdapat sejumlah tapak sejarah yang tersisa seperti kronik bersejarah kerajaan nusantara, peta , benda kuno juga bangunan bercorak arsitektur cina seperti kampung pecinan, klenteng, makam, masjid hingga istana.

Gerbang Utama Masjid Jamik Kota Sumenep,

Paduan Arsitektur multi etnik yang menawan

Di tengah Kota Pahlawan Surabaya, PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) berhasil merealisasikan pembangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng hoo sebagai monumen atas dakwah chengho sekaligus sebagai sumbangsih nyata etnis tionghoa bagi kemajuan peradaban nusantara.

Program utama PITI diarahkan untuk menyampaikan dakwah Islam, khususnya kepada masyarakat Tionghoa. Caranya dengan melakukan pembinaan dalam bentuk bimbingan menjalankan syariat Islam di lingkungan keluarga yang masih non-Muslim. Kemudian persiapan berbaur dengan umat Islam di lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan serta pembelaan dan perlindungan bagi mereka yang karena masuk Islam, namun bermasalah dengan keluarga dan lingkungannya.

PITI juga mengadakan pengajian rutin untuk membina para muallaf. Masih dalam rangka pembinaan, PITI menerbitkan Juz ‘Amma berbahasa Mandarin dan buku tuntunan berjudul “Tuntunan bagi Saudara Baru” yang berisi tata cara shalat dan surat-surat pendek al-Qur’an (Juz ‘Amma). Semuanya ditulis dalam tiga bahasa: Arab, Mandarin dan Indonesia. Buku ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi warga etnis Tionghoa agar masuk Islam. Penerbitnya adalah Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo (YHMCH), sebuah yayasan yang didirikan oleh PITI.

Kyai Kuning , gerakan pembaruan dan pembauran

Dua Lagi Kyai Kuning yang mempunyai andil cukup besar bagi gerakan pembaruan dan pembauran di kalangan masyarakat etnis tionghoa adalah Haji Abdul Kariem Oei Tjeng Hien dan Haji Yunus Yahya alias Lauw Chuan Tho.

Bapak Karim Oei (1905-1988) masuk Islam ditahun 30-an dan akrab sekali dengan Presiden Soekarno dan Buya Hamka. Beliau seorang tokoh Muhammadiyah dan pionir dakwah, pejuang kemerdekaan, muslim yang taat dan sukses di bidang ekonomi.

Haji Kariem Oei dikenal sebagai tokoh pembaruan dan pembauran yang begitu istimewa dihati saudara kita etnis tionghoa baik yang muslim maupun yang non muslim, untuk meneruskan jejak perjuangannya maka Haji Yunus Yahya kemudian mendirikan Yayasan Haji Kariem Oei  pada tanggal 9 April 1991 dengan mengontrak ruko di Jalan Lautze 87-89 Pasar Baru, Jakarta Pusat. Yayasan ini kemudian menghimpun jamaah muslim dari etnis tionghoa dan masyarakat sekitar dan mendirikan sebuah masjid sebagai pusat Syiar Islam yang kemudian dikenal sebagai Masjid Lautze. Lokasi gedung Yayasan Kariem Oei dan Masjid Lautze yang memang terletak di area Pecinan (China town) memudahkan warga keturunan memperoleh informasi tentang Islam walhasil kini mesjid ini sudah mengislamkan 1000-an keturunan Tionghoa. Hebatnya, masjid tidak pernah mengajak apalagi memaksa, hanya menyediakan informasi tentang Islam.

Pilihan menjadi muslim dan muslimah memang menjadi salah satu gerakan pembaruan dan pembauran etnis tionghoa, hal ini dipertegas dengan penyataan Haji Yunus Yahya :

"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat."

Jejak Kyai Kuning dalam gerakan pembaruan dan pembauran sesungguhnya bisa menjadi inspirasi yang menumbuhkan kesadaran sebagai anak bangsa untuk bangkit dan bersatu dalam membangun satu negeri INDONESIA.

(Ditulis Oleh :  Badrut Tamam Gaffas)


Special Promo : Kerja Keras Adalah Energi Kita


Posted by Badrut Tamam on Jul 22, '08 3:26 AM for everyone

BATAM - GERBANG MENUJU PENYENGAT

Bismillahirrahmanirrahiim

Lantaran sebuah hal, akhirnya saya berkesempatan menyinggahi Batam, salah satu pulau terluar berjuluk pulau kalajengking “the scorpion island”, pulau penting yang terletak diantara gugusan pulau di semenanjung riau yang mempunyai nilai strategis khususnya karena berada dalam lingkar kawasan segitiga emas sijori atau the golden triangle diantara singapura, johor dan riau. Dekatnya Batam ke Singapura bisa disaksikan dari arah utara kantor pos kota batam, dari sana jika cuaca cerah kita bisa melihat bangunan – bangunan tinggi pencakar langit negeri singapura dengan World Trade Centre –nya yang megah.  

peta-jalur-batam-ke-penyengat.jpg

Batam terkesan banyak berkiblat kepada singapura dengan ciri bangunan “Rafflesianya” namun yang menarik di jalan – jalan utama kota kita masih bisa menemukan plang nama jalan yang ditulis secara berganda yakni akrasa latin yang bersanding dengan aksara arab seperti pada jalan laksamana bintan, Jalan Raja Haji Fisabilillah dan sebagainya, tempat-tempat umumpun banyak menggunakan nama khas melayu seperti stadion Tumenggung Abdul Djamal di muka kuning atau bandara Hang Nadim di sekupang. Citra batam sebagai ranah melayu tidaklah mudah untuk dihapuskan meski putaran zaman telah menunjukkan jarum millennia.

mesjid-raya-batam-centre-malam-hari.jpg

Bagi saya yang tinggal di batam centre kerapkali terbersit kerinduan untuk sejenak melabuhkan ruhani di masjid raya batam center, untungnya dari my mart carnavall mall jaraknya lumayan dekat sehingga cukup ditempuh dengan berjalan kaki. Terdapat daya tarik tersendiri pada bangunan masjid nan megah bercorak arsitektur khas melayu itu, atapnya berbentuk limas atau tumpang bertingkat yang terbuat dari kayu pilihan berwarna kecoklatan, di dalam masjid terdapat pula kotak amal berjalan terbuat dari bilah kayu berukir yang merupakan miniatur masjid yang unik. Pada sisi belakang masjid terdapat pelataran luas dan asri berhiaskan aneka rumpun bunga lokal yang diapit oleh pilar – pilar pancang bertudung lentera penerang taman nan indah, tersedia koridor panjang yang khusus menghubungkan kedua sisi masjid yang dilengkapi dengan sebuah Taman Air Mancur sehingga Masjid ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk beribadah, beristirahat dan berwisata bersama keluarga.

sisi-lain-masjid-raya-batam-centre.jpg

Dari sana kita bisa menatap sekeliling batam centre dengan leluasa, di sisi sebelah timur masjid terdapat sebuah kompleks bangunan asrama haji dan ketika selintas pandangan bergeser ke sebelah utara kita dapat menikmati bentang indah panorama teluk batam center yang dibangun secara khusus sebagai gerbang pelayaran internasional menggantikan pelabuhan batu ampar. 

Tidak sedikit yang menjuluki batam sebagai pulau habibie karena secara historis batam menggeliat bangkit berkat langkah inovatif BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek dengan membentuk Badan Otorita Batam yang salah satu programnya adalah pengembangan kawasan padat industri di Muka Kuning serta proyek pembangunan jembatan barelang yang monumental dengan menghubungkan Batam (setoko – nipah), Rempang (rempang – galang), Galang (galang – galang baru).

 jembatan-raja-haji-fisabilillah-hubungkan-batam-rempang-galang-barelang.jpg

Kedua Proyek Mercusuar yang sarat kontroversi itu juga banyak diakui sebagai langkah percepatan pembangunan batam di multi sektor ; industri, perdagangan, kelautan dan pariwisata, namun disisi lain para karyawan badan otorita batam tak ubahnya tuan – tuan tanah yang memiliki otoritas berlebih atas kawasan tertentu dan juga mengantongi ijin  penertiban atas hunian – hunian liar yang tumbuh silih berganti. Otoritas itulah yang pada akhirnya berubah bentuk sebagai legalitas untuk memungut upeti dan menebalkan kantong – kantong pribadi.

Kegundahan itulah yang mendorong saya untuk mengabadikannya dalam rangkaian kata berikut ini :

Lorong dan gang-gang gelap, seberkas warna memerah dikala senja
Tertumpah ruah disana ..
Pendatang liar yang hidupnya terlantar, sebagai buruh-buruh liar…..
penghuni rumah-rumah liar
yang belum lagi merdeka dari pungutan – pungutan liar
Selalu saja tumbuh belukar disetiap ladang peradaban
Selalu menitis sang fir’aun di hati para pemuja kekuasaan
kelak ia akan menemui akhir yang fana
seperti taman gantung ajaib negeri babilonia
luluh lantak di makan usia … tiada bersisa

(Gaffas - Batam - 2001)

Sayangnya persinggahan di pulau batam kemudian berakhir sebelum saya sempat menyinggahi sebuah pulau kecil bersejarah yang terletak di Pulau Bintan. Pulau itu bernama Penyengat, gerbang utama untuk mengulas balik sejarah kejayaan Kesultanan Melayu Riau yang pernah berdaulat di semenanjung malaka.  Di Pulau itulah raja-raja melayu riau dimakamkan diatas pusara engku putri bernisan pualam bertuliskan syair dan hikayat penuh hikmah yang terkenal sebagai gurindam dua belas.

Perjalanan menuju penyengat bisa diawali dari batam dengan menempuh rute telaga punggur – tanjung pinang dengan menggunakan kapal wisata dan speed boat, perjalanan berlanjut dengan menumpang speed boat atau sampan menuju pulau penyengat, disanalah terdapat jejak keemasan peradaban melayu di semenanjung malaka dan nusantara yang memainkan peran penting bagi perjalanan syiar Islam di asia tenggara.

Demikianlah catatan tentang batam sebagai gerbang menuju pulau penyengat, gerbang untuk menelusuri jejak syiar islam yang terpancar hingga ke semenanjung malaka dan persada nusantara. Semoga Bermanfaat ...Wallahua'lam

(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas)

Terpilih sebagai salah satu artikel wisata di Melayu Online.com

Special Promo : Kerja Keras Adalah Energi Kita

Posted by Badrut Tamam on Jul 20, '08 11:28 PM for everyone


Ada 3 tokoh bernama depan Mohammad yang begitu kukagumi, ketiganya adalah Mohammad Natsir, Mohammad Iqbal dan Mohammad Diponegoro. Masing-masing adalah legenda dari sudut-sudut dunia yang berbeda. Buya Natsir seorang negarawan, Mohammad Iqbal seorang filsuf dan cendikiawan sedangkan Pak Dipo adalah seorang seniman serba bisa. Ketiganya bertemu dalam samudera kata-kata, menggores pena dan mewarna dunia.

 
Pak Natsir gemar menterjemahkan dan menggubah Sajak Karya M. Iqbal, diantaranya adalah petikan bait berikut ini :

Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak
hanya berbunyi ketika terhempas di pantai
Tetapi jadilah kamu air-bah , mengubah dunia dengan amalmu

Kipaskan sayap mu di seluruh ufuk
Sinarilah zaman dengan nur imanmu
Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu
Patrikan segala dengan nama Muhammad

(Harapan Kepada Pemuda oleh M Natsir diadaptasi dari Sajak M. Iqbal)

Sementara Pak Dipo secara jelas menyatakan ketertarikannya dengan pemikiran Iqbal yang humanis, kajian atas pemikiran iqbal tersebut tertuang dalam sebuah buku “Percik-percik Pemikiran Iqbal” dan “Duta Islam untuk Dunia Modern” yang ditulis bersama Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif.

Dalam tulisan Pak Dipo itulah termuat sajak M Iqbal yang bagi saya paling berkesan diantara sajak-sajak Indah karya Mohammad Iqbal lainnya.

Inilah satu bait sajak iqbal yang begitu berkesan :

Exalt your ego so high

That God Himself

Will Consult You

Before Determining your destiny

 
Mohammad Diponegoro adalah pribadi kreatif di hampir sepanjang hidupnya, beliau lahir pada tahun 1928 dan wafat pada tahun 1982. Ketika beliau wafat saya baru masuk SD jadi saya mengenal MD melalui karya – karya almarhum yang saya koleksi dari guntingan-guntingan majalah. Lumayan banyak karya Pak Dipo yang berhasil saya koleksi berupa Puitisasi terjemahan ayat-ayat suci Al Qur’an dan cerita pendek (Cerpen). Diantara ratusan cerpen karya MD ada satu cerpen yang menurut saya istimewa yakni “Balada Nyawa Saringan”,  saya tidak merasa bosan meski berkali-kali membacanya.

 

Berikut ini adalah sekilas Puitisasi Al Fatihah :

Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang

Puja dan Puji bagi Allah sendiri

Penyempurna segala alam perujudan

Penuh Kasih Penuh Sayang

Raja Hari Keputusan

Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap

Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap

Bimbinglah kami ke lebuh lempang

Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati

Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan

Bukan pula yang hilang jalan

 

 Penyair Taufik Ismail memuji Pak Dipo sebagai Seniman yang langka, “Ungkapan – ungkapan bahasa indonesia dalam prosanya seperti lempung yang dengan leluasa dia bentuk menjadi keramik”

“Pak Dipo sangatlah piawai menulis cerpen untuk mata dan telinga. Dengan kata lain Cerpen Grafika dan Cerpen Elektronika.

Mohammad Diponegoro pernah mengatakan:
 “Satu-satunya nasihat bagi pengarang muda ialah sesuatu yang mungkin sangat baru bagi sebagian mereka, yaitu membaca. Jika Anda senang menulis, kenapa Anda sampai bisa meremehkan apa yang sudah ditulis?” Ya, kenapa tidak? Tidak sedikit penulis terkenal yang berawal dari kesenangannya dalam hal membaca.

Posted by Badrut Tamam on Jul 14, '08 6:14 AM for everyone
Category:Other
KH Mas Mansur merupakan pribadi teladan yang istimewa bagi saya, sejak kecil saya sudah biasa mendengar kisah-kisah heroik dan perjuangan dakwah Kiai sederhana asal Surabaya ini, almarhumah Ibu saya seringkali dengan bersemangat menceritakan penggalan – penggalan riwayat KH Mas Mansur.
sampai-sampai sewaktu kecil saya lebih suka dipanggil ‘mansur’ dan justru marah manakala dipanggil nama saya yang sebenarnya, entahlah mengapa bisa demikian yang pasti sosok KH Mas Mansur telah membuka jalan ketertarikan bagi saya untuk mempelajari jalan panjang pergerakan bangsa beserta tokoh – tokohnya.

Cerita yang menarik adalah tentang semangat belajar KH Mas Mansur yang tinggi, Beliau begitu haus akan ilmu sehingga dengan rajin dan tekun menuntut ilmu hingga sukses merampungkan M3 (Madura, Makkah dan Mesir), beliau juga harus berkali-kali hijrah (Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta) sebagai konsekuensi dari jalur pergerakan yang ditempuhnya.

Beliau, KH Mas Mansur termasuk dalam Keluarga Besar Sagipodin (Bani Gipo) yang dikenal memiliki akar yang kuat di kalangan Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama, Kedua Cucu Sagipodin yakni KH Mas Mansur dan KH. Hasan Basri (Hasan Gipo) merupakan dua tokoh penting dalam pertumbuhan Muhammadiyah dan NU, yang seorang dipercaya sebagai Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah sementara yang seorang lagi mendapat amanat sebagai Ketua Tanfidziyah NU Pertama.

Satu lagi catatan penting yang jarang diungkapkan oleh media adalah ihwal wafatnya KH Mas Mansur dalam tahanan NICA pada tahun 1946, ternyata KH Mas Mansur tidak mengalami penahanan biasa melainkan di eksekusi mati dengan disuntik darah kera sehingga akhirnya wafat dalam tahanan pada tanggal 25 April 1946.

KH Mas Mansur dengan kehalusan dakwah dan pribadinya yang sederhana begitu dihormati oleh Bung Karno. Dalam beberapa suratnya di Pengasingan Bung Karno menanyakan beberapa soal-soal agama kepada Mas Mansur, bahkan konon KH Mas Mansur diminta secara khusus oleh Bung Karno untuk menjadi penghulu dan menikahkannya dengan Fatmawati.

Salah satu tapak dakwah KH Mas Mansur pernah saya tulis dengan tajuk “Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, Raden Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep”
Sebagai ulama muda yang kharismatik Kyai Haji Mas Mansur berhasil membawakan kehalusan dakwah yang menyentuh sehingga memberi pengaruh yang luar biasa kepada pribadi Raden Musaid, beliau memilih jalan yang tidak biasa ditempuh oleh kebanyakan budayawan dan kaum adat yang mengambil jarak atas gerakan dakwah, semangatnya justru meluap – luap untuk mengikuti cara beragama yang diajarkan oleh mas mansur yang berusaha menempatkan agama dan budaya secara proporsional tanpa mengesampingkan adat / budaya yang bersendi syara’ dan berpilar kitabullah.
Raden Musaid menjadi meresapi benar ajaran KH Mas Mansur, beliau secara tegas menolak dikotomi NU-Muhammadiyah, menurutnya NU-Muhammadiyah atau Ormas keagamaan lainnya sama – sama bisa menjadi jembatan pergerakan berbasis keagamaan yang bisa mengantarkan ummat menggapai pencerahan spiritual.

Demikianlah, Siapapun yang mengalami perjumpaan dengan KH Mas Mansur Insyaallah akan menanggalkan fanatisme golongan dan keormasan karena beliau yang pernah menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah (1937 – 1943) senantiasa mengajak kepada jalan-jalan persatuan menuju kebulatan tekad dan cita – cita menggapai Indonesia Merdeka.

Rintisan Gerakan Kebangsaan KH Mas Mansur

Nasionalisme KH Mas Mansur dapat dibuktikan dari berbagai organisasi yang dipelopori dan dibinanya yang kebanyakan menggunakan nama belakang Wathan (Tanah Air) diantaranya Lembaga Pendidikan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air), Khitab al-Wathan (Mimbar Tanah Air), Madrasah Ahl al-Wathan (Keluarga Tanah Air) di Wonokromo, Far’u al-Wathan (Cabang Tanah Air) di Gresik dan Hidayah al-Wathan (Petunjuk Tanah Air) di Jombang.
KH Mas Mansur sangat dekat dengan KH Abdul Wahab Hasbullah (Ulama kharismatik NU), keduanya sama-sama pernah belajar di Makkah pada Kiai Mahfudz yang berasal dari Pondok Pesantren Termas Jawa Tengah, Beliau berdua membentuk majelis diskusi yang diberi nama Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1914. Mula-mula kelompok ini mengadakan kegiatan dengan peserta yang terbatas. Tetapi berkat prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat yang diterapkan dan topik-topik yang dibicarakan mempunyai jangkauan kemasyarakatan yang luas, dalam waktu singkat kelompok ini menjadi sangat populer dan menarik perhatian di kalangan pemuda. Banyak tokoh Islam dari berbagai kalangan bertemu dalam forum itu untuk mendebatkan dan memecahkan permasalahan pelik yang dianggap penting. Tashwirul Afkar tidak hanya menghimpun kaum ulama pesantren. Ia juga menjadi ajang komunikasi dan forum saling tukar informasi antar tokoh nasionalis sekaligus jembatan bagi komunikasi antara generasi muda dan generasi tua. Dari posnya di Surabaya, kelompok ini menjalar hampir ke seluruh kota di Jawa Timur. Bahkan gaungnya sampai ke daerah-daerah lain di seluruh Jawa hingga makin kuatlah semangat dan cita – cita membebaskan tanah air dari belenggu penjajah.

Gelora Politik menuju Indonesia Merdeka

Dalam gelora pergerakan dan perpolitikan ummat Islam, Mas Mansur mengawali bergabung dalam Syarikat Islam (SI) yang dipimpin oleh HOS Cokroaminoto bahkan beliau dipercaya sebagai Penasehat Pengurus Besar SI. Kedekatan dengan HOS Cokroaminoto berlanjut ketika KH Mas Mansur terpilih sebagai Ketua MAIHS (Muktamar Alam Islami Far’ul Hindisj Syarqiyah) pada tahun 1926, keduanya terpilih untuk mewakili Indonesia dalam Muktamar Alam Islami sedunia di Makkah.
Pada tahun 1937, KH Mas Mansur berhasil melakukan gebrakan politik bagi ummat Islam dengan memprakarsai berdirinya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) bersama dengan KHA Dahlan dan KH Wahab Hasbullah (Keduanya dari Nahdlatul Ulama. MIAI inilah rintisan awal yang di kemudian hari menjelma menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI)
Pada Tahun 1938, Beliau memprakarsai berdirinya Partai Islam Indonesia (PII) bersama Dr. Sukiman Wiryasanjaya sebagai perimbangan atas sikap non-kooperatif dari Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).
Pada Tahun 1939, Terbentuk Majelis Rakyat yang dipelopori oleh GAPI (Gabungan Partai Politik Islam) dan MIAI (sebagai Federasi organisasi – organisasi Islam Indonesia) yang melancarkan tuntutan INDONESIA BERPARLEMEN kepada Pemerintah hindia belanda, pada waktu itu KH Mas Mansur terpilih secara aklamasi sebagai ketua majelis rakyat namun beliau menolak lantaran merasa masih banyak yang dianggapnya lebih siap dan mampu.
Pada Tahun 1942, Balantentara Jepang menduduki Tanah Air, KH Mas Mansur bersama beberapa tokoh terkemuka dan berpengaruh pada masa itu yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara (empat serangkai) memimpin PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), organisasi bentukan jepang yang dijadikan alat perjuangan kemerdekaan dan menjadi cikal bakal lahirnya tentara Peta (Pembela Tanah Air), BPUPKI dan PPKI
Sejak tahun 1944 hingga 1945 kembali ke Surabaya dan bersama para pemuda terlibat dalam perjuangan merebut kemerdekaan
Pada Tahun 1946, ditangkap oleh NICA dan dipaksa berpidato untuk menghentikan perlawanan rakyat terhadap sekutu / Inggris di Surabaya, tetapi beliau dengan tegas menolak hingga dijebloskan kedalam tahanan hingga akhirnya meninggal dunia dalam tahanan pada tanggal 25 April 1946.

Pena-pena dakwah

KH Mas Mansur juga aktif menulis untuk tujuan dakwah dan pergerakan, buah pena beliau dimuat dalam media seperti majalah Suara Santri, juga Majalah Jinem yang terbit dua kali sebulan dengan menggunakan bahasa Jawa dengan huruf Arab. Kedua majalah tersebut merupakan sarana untuk menuangkan pikiran-pikirannya dan mengajak para pemuda melatih mengekspresikan pikirannya dalam bentuk tulisan. Melalui majalah itu Mas Mansur mengajak kaum muslimin untuk meninggalkan kemusyrikan dan kekolotan beliau juga pernah menjadi redaktur majalah Kawan Kita di Surabaya.

Goresan pena KH Mas Mansur juga bertebaran di berbagai media lokal dan nasional seperti pada majalah siaran dan majalah kentungan di Surabaya; Penganjur dan Islam Bergerak di Yogyakarta; Panji Islam dan Pedoman Masyarakat di Medan dan Adil di Solo. Beliau juga menuliskan ide dan gagasannya dalam bentuk buku, antara lain yaitu Hadits Nabawiyah; Syarat Syahnya Nikah; Risalah Tauhid dan Syirik; dan Adab al-Bahts wa al-Munadlarah.
Sebagian tulisan – tulisan KH Mas Mansur dalam berbagai media telah dihimpun dalam sebuah buku yang berjudul “Rangkaian Mutu Manikam dari Kyai Haji Mas Mansur” yang diterbitkan oleh Penyebar Ilmu dan Al Ichsan Surabaya pada tahun 1968

KH Mas Mansur juga menaruh perhatian yang besar terhadap terselenggarakannya lembaga pendidikan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dengan ilmu agama, beliau mendirikan Madrasah Mufidah yang dikembangkan menggunakan sistem dan kurikulum mesir.

Generasi-generasi Penerus Perjuangan KH Mas Mansur

18 Tahun sepeninggal KH Mas Mansur, beliau diangkat oleh Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.
KH Mas Mansur sebagai ulama pejuang dan aktivis pergerakan tentu memiliki kader – kader yang secara khusus dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangannya. Dua diantaranya yang bisa saya tuliskan disini adalah Raden Muhammad Saleh Werdisatro dan Ustadz Haji Abdul Kadir Muhammad.

Sekilas tentang Raden Muhammad Saleh Werdisastro

Raden Muhammad Saleh Werdisastro memulai karir sebagai pendidik selanjutnya beliau mulai menapaki berbagai karir dengan cemerlang tanpa meninggalkan panggilan jiwanya sebagai pendidik dan aktivis pergerakan. Bakat dan jiwa perjuangannya terasah sejak memimpin kepanduan Hizbul Wathon di Madura, bergabung dengan laskar hizbullah dan diangkat sebagai Komandan Batalyon PETA (Dai Dancho) Dai Yang II Yogyakarta pada tahun 1943. Setelah PETA dibubarkan maka mulailah Karirnya sebagai politisi dengan menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) daerah Yogyakarta (1945) dan dikukuhkan sebagai anggota KNIP (1946).
Karirnya sebagai pamong bersinar ketika menjabat Walikota Yogyakarta (1950), di Yogyakarta itulah beliau dipercaya sebagai anggota Tanwir Muhammadiyah Pusat dan turut pula menjadi penggagas berdirinya Universitas Gajah Mada (UGM), selanjutnya beliau menjabat Walikota Surakarta selama dua periode (1951 – 1958) dan kemudian menjabat Residen Kedu yang berkedudukan di Magelang (1959 – 1964) hingga pensiun dengan pangkat Gubernur dan Wafat pada tahun 1966, dimakamkan di Pemakaman Karangkajen Yogyakarta. R. Muhammad Saleh Werdisastro belakangan diangkat oleh pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Sekilas tentang Ust. Hakam

Ustadz Abdul Kadir Muhammad (Hakam) berasal dari Surabaya tetapi dikenal sangat memahami karakteristik orang madura dan fasih dalam berbahasa madura sehingga tidak mengalami kesulitan dalam berinteraksi dalam komunitas yang berbahasa dan berbudaya madura, selain aktif berdakwah ustadz hakam juga meniti karir dari bawah di lingkungan Departemen Agama, pada pertengahan tahun lima puluhan ditugaskan sebagai kepala Kantor Urusan Agama Maluku Tenggara, sekembalinya dari tanah Maluku cita –citanya makin menguat untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis agama, pada periode tahun enam puluhan beliau dipercaya untuk mengembangkan Pondok Pesantren Modern Panarukan dan mulai merintis pengembangan dakwah di pulau – pulau kecil di sekitar Madura, terakhir KH Abdul Kadir Muhammad menjadi Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Modern Islam (YPPMI) Pulau Kangean dan terus berdakwah hingga akhir hayatnya.

Kini generasi muda sudah semakin jauh dari mengenal sosok KH Mas Mansur padahal tapak perjuangannya terbilang sangat penting dan menentukan bagi geliat pergerakan bangsa menuju Indonesia Merdeka, kini saatnya bagi kita meneladani pribadi dan tapak perjuangannya untuk diwujudkan sesuai realitas dan konteks zaman saat ini.

Sekian dan Semoga Bermanfaat

(Review oleh Badrut Tamam Gaffas)


Posted by Badrut Tamam on Jul 11, '08 2:38 AM for everyone
Category:Other
Pemerhati musik tanah air Insya Allah mengenal nama Cat Stevens, Bintang Pop Legendaris Inggris yang terkenal di era tahun 70-an berkat lagu “Morning Has Broken” sebuah lagu indah yang bertutur tentang energi kehidupan dan sebuah keajaiban penciptaan kala pagi hari menjelang, Lagu “morning has broken” menjadi Hits dan selama beberapa pekan berhasil menempati tangga teratas di berbagai negara. berikut kutipan lirik bait pertama :

Morning has broken, like the first morning
Black Birds has spoken, like the first bird
Praise for the singing, Praise for the morning
Praise for them springing, Fresh from the world.

Ketika Hidayah Menyapa

Setitik Hidayah diturunkan oleh Allah SWT kepada Cat Stevens pada tahun 1975 tatkala ia terbaring sakit lemah tak berdaya, ia mulai menyadari arti kekuatan jiwa dan ruh dalam jasadnya dan karenanya keyakinan atas paham materialistiknya memudar, ketika sembuh ia mulai mempelajari kekuatan jiwa dari sebuah materi termasuk keberadaan Dzat yang Maha Berkuasa atas keajaiban penciptaan alam semesta, sejak saat itulah warna musiknya bergeser dan syair lagunya mulai mengandung tema – tema yang bernuansa spiritual termasuk “Morning Has Broken”

Bisikan spiritual mengantarkan Cat Stevent mengunjungi Al Quds di Palestina, tempat suci bagi tiga agama besar dunia ; yahudi, nasrani dan Islam, kemudian dari salah seorang saudaranya ia mendapatkan Al Qur’an, sebuah kitab yang asing dan sama sekali tidak mengetahui apa isi didalamnya, sesungguhnya pada awalnya ia termasuk orang yang berpandangan bahwa Islam agama yang fanatik dan sektarian, pandangan tersebut diperkuat latar belakang orang tuanya yang berdarah Yunani sementara orang arab dan turki islam di yunani terlanjur memperoleh cap sebagai pemberontak dan sektarian. Media Barat seringkali menampilkan bias wajah Islam secara subyektif sehingga pandangan negatif tentang Islam, Nabi Muhammad dan Al Qur’an terlanjur mengalami proses pembenaran yang terus diproduksi sehingga orang barat menjadi enggan dan bahkan cenderung bersifat antipati terhadap Islam dan segala hal yang berhubungan dengan Islam.

Kesaksian tentang Al Qur’an yang melahirkan Keimanan

Setitik hidayah lagi – lagi diturunkan kepada Cat Stevens, Melalui Al Qur’an ia ingin mengetahui tentang apa itu Islam, kemudian ia mencari terjemahan dan mulai mempelajarinya.
“Sejak pertama, aku merasa bahwa Alquran dimulai dengan Bismillah (dengan nama Allah), bukan dengan nama selain Allah. Dan ungkapan Bismillahirrahmanirrahiim begitu sangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat al-Fatihah itu berlanjut dengan Faatihatul Kitab, Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin. Segala puji milik Allah Sang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk.
Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah tak berdaya. Mereka mengatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya Allah adalah Maha Esa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana? Saya tidak mengerti’!”
“Dan, mereka mengatakan kepadaku, “Sesungguhnya Tuhan kita bukanlah Tuhannya orang Yahudi.” Adapun Alquran, maka ia mulai dengan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, Tuhan segenap alam semesta. Alqura menegaskan keesaan Sang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Dan, ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelum aku mengetahui Alquran, aku hanya mengetahui adanya pemahaman kesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu’jizat.

Adapun sekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahui bahwa hanya Allah semata yang mampu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
“Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwa kehidupan akhirat itu abadi. Jadi, tidaklah manusia itu dari segumpal daging kemudian berubah setiap hari kemudian menjadi debu, sebagaimana yang dikatakan oleh ahli biologi. Sebaliknya, apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukan keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di akhirat nanti.

Alquran-lah yang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapun gereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialah yang mengantarkanku kepada Alquran. Yakni, ketika aku tidak mampu menjawab berbagai pertanyaan jiwa dan kalbuku.”
“Di dalam Alquran aku melihat sesuatu yang asing. Ia tidak sama dengan kitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifat yang ada dalam kitab-kitab agama lain yang telah kubaca. Di sampul Alquran juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu, aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus-Nya. Kini aku telah memahami dengan jelas betul tentang perbedaan Alquran dengan Injil yang ditulis oleh tangan-tangan pengarang yang berbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang bertentangan.

Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Alquran, tetapi aku tidak menemukannya. Semua isi Alquran adalah sesuai dengan pemikiran keesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apa itu Islam.”
“Alquran bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalam Alquran didapatkan nama-nama semua nabi yang dimuliakan oleh Allah. Alquran tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dan teori ini sangat logis. Sebab, jika anda beriman kepada seorang nabi dan tidak kepada yang lainnya, berarti anda telah mengingkari dan menghancurkan kesatuan risalah. Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awal penciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiri dari dua barisan, mu’min dan kafir. Alquran telah menjawab semua hal yang kupertanyakan. Dengan demikian, aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran.”
“Aku mulai membaca Alquran semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Aku mulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Alquran. Saat itu aku merasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini. Lalu aku berpikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya.

Maka aku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku.
‘Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah’.
Sejak Tahun 1977 itulah Cat Stevens menyatakan diri memeluk Islam, memulai lembaran kehidupan spiritual baru dan mengganti namanya menjadi Yusuf Islam, setelah meninggalkan dunia musik sejak tahun 1979 secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan dakwah, sosial dan pendidikan khususnya bagi komunitas muslim Inggris, namanya kemudian dikenal sebagai salah satu Tokoh Islam yang berpengaruh di Eropa, meraih penghargaan World Social Award pada tahun 2003 dan mendapatkan penghargaan Man For Peace pada tahun 2004

Demikianlah, Yusuf Islam Pelantun Tembang Hits “Morning Has Broken” telah sukses menjadi para pencari tuhan dan pencari kebenaran sejati.

Subhanallah kini "ia" Menuai Damai dalam Islam.

(Review oleh Badrut Tamam Gaffas)


Posted by Badrut Tamam on Jul 10, '08 2:25 AM for everyone

 

Bang Iwan Fals dengan apik menggambarkan heroisme seorang hamba tuhan luarbiasa yang biasa kita sebut IBU, dalam syairnya :

 

Ribuan Kilo Jalan Yang Kau Tempuh

Lewati Rintangan untuk aku anakmu

Ibuku Sayang masih terus berjalan

Walau Tapak Kaki Penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan

Tak sanggup ku membalas…IBU…oh …IBU

…..

 

Khalil Gibran lain lagi dalam menggambarkan sosok IBU :

 

Ibu merupakan kata tersejuk

yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia

Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.

Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dikala lara,

impian kita dalam resah, rujukan kita di kala nista

Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.

Siapa pun yang kehilangan ibunya,

ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.

Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya

Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya

dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.

Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.

Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.

Penuh cinta dan kedamaian.

 

(Dikutip dari Sajak Indah Karya Khalil Gibran)

 

Islam bahkan lebih hebat lagi menegaskan tentang IBU, sebuah hadist indah menukilkan betapa “SURGA ITU TERLETAK DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU”

 

Aku makin larut dalam takjud tanpa sepatah kata yang sanggup kurangkai untuk melukiskan betapa berartinya IBU bagiku…aku hanya bisa memandangi sebuah potret buram dan tanpa sadar tetes – tetes kesejukan tiada kuasa kubendung walau dengan segenap daya.

 

Aku tak kuasa berhadapan dengan kasih Ibu yang demikian lembut, dahsyat dan menyentuh

Yang bisa kulakukan hanyalah tunduk dalam hening, seraya menggemakan sebait Do’a didalam jiwa...

“Allahummaghfirli dzunubi waliwalidayya warhamhukama robbayani saghiraa”

 

 

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas "untuk sebuah nama")


Posted by Badrut Tamam on Jul 8, '08 12:26 AM for everyone
Category:Other
Jabatan menteri agama pernah disandang oleh Tokoh Kita kali ini yang bernama lengkap TGKH Muhammad Zainul Majdi, MA. Koalisi Muda Parlemen Indonesia (KMPI) yang membentuk kabinet bayangan tentu tidak asal comot ketika memilih
Tuan Guru Bajang sebagai menteri agama , dalam proses penyusunan Shadow
Government KMPI melakukannya secara terukur melalui seleksi, kesediaan dan kecakapan. Secara obyektif ulama muda, cerdas dan kharismatik yang juga anggota DPR RI asal Partai Bulan Bintang ini dinilai mampu menduduki pos penting itu.

Tuan Guru Bajang adalah penerus perjuangan sang kakek Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan (NW) yang merupakan ormas Islam terbesar dan memiliki peran menentukan di Nusa Tenggara Barat. Semangat pergerakan yang mengalir dalam diri TGB mengingatkan kita kepada sosok Kiai Haji Mas Mansur, seorang ulama besar dan salah satu pejuang terbaik bangsa yang sesungguhnya juga pemrakarsa berdirinya Madrasah Nadhlatul Wathan di Surabaya.
Tuan Guru Bajang maupun Tuan Guru Mas Mansur tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang agamis, sama - sama menyadari pentingnya bekal ilmu yang memadai untuk memandu ummat, menuntut ilmu di almamater yang sama yakni Universitas Al Azhar Cairo (mesir) bahkan TGB mendapat gelar MA dan menjadi kandidat doktor, keduanya adalah ulama yang berketetapan hati bahwa Politik adalah alat dakwah dan media perjuangan sementara perjuangan penegakan syariat Islam harus digelorakan tanpa mengesampingkan kewajiban untuk senantiasa melindungi hak – hak ummat lain yang menjadi minoritas.
Islam yang Rahmatan lil Alamin tidak terjadi dengan sendirinya melainkan sebuah cita – cita yang secara Istiqomah harus diperjuangkan.

Pandangan TGB yang luas tentang Politik

Sesungguhnya seluruh wilayah kehidupan adalah lahan untuk dakwah. Termasuk wilayah politik. Apabila kemaslahatan dakwah menuntut kita untuk memanfaatkan politik, maka terjun ke politik adalah satu keniscayaan. Ketika kita melihat peluang untuk ishlahul ummah (memperbaiki umat) dapat dilakukan melalui jalur politik, maka hal itu harus dilakukan.
Politik (siyasah) dalam pandangan Islam adalah salah satu instrumen atau alat perjuangan. Maka dalam Islam dikenal as-siyasah asy-syar’iyyah yang menerangkan posisi politik sebagai alat dakwah.
Politik dalam Islam adalah politik etis yang mengedepankan cara-cara yang positif dalam mencapai tujuan. Politik dalam Islam tidak dan bukanlah politik yang menghalalkan segala cara. Para nabi, seperti Nabi Sulaiman, Nabi Yusuf bahkan Nabi Muhammad SAW berpolitik. Mereka menjadi pemimpin (raja). Itu tidak menyebabkan mereka berkurang derajat justru semakin mulia di sisi Alloh SWT. Zaman sekarang, politik sering dianggap kotor karena banyak diisi oleh orang-orang yang berpolitik dengan cara kotor, walaupun tentu tidak semuanya. Politik bisa menjadi baik apabila diisi oleh orang-orang baik. Politik itu seperti wadah atau gelas. Diisi racun menjadi mudharat. Diisi madu menjadi bermanfaat.

Sekilas tentang Tuan Guru Bajang

KH. Muhammad Zainul Majdi, MA, alias Tuan Guru Bajang Lahir di Pancor – Lombok Timur pada tanggal 31 Mei 1972 M / 18 Rabiul Akhir 1392 H, merupakan putra ketiga dari pasangan H.M.Djalaluddin, SH dengan Ummi Hajjah Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid. Mengenyam pendidikan dasar di SDN 2 Mataram, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Madrasah Mua’allimin Nahdlatul Wathan Pancor, Ma’had Daarul Qur’an Wal Hadist Nahdlatul Wathan Pancor. Kemudian melanjutkan study di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al Qur’an Universitas Al Azhar Cairo (Mesir) dan lulus meraih gelar Lc pada tahun 1995 dan Master of Art (MA) pada tahun 2000.
Sejak tahun 2002 menjadi kandidat doktor di Fakultas Ushuluddin Jurusan tafsir dan Ilmu-Ilmu Al Qur’an Universitas Al Azhar Cairo (Mesir). Pada Tahun 1997 Tuan Guru Bajang menikahi Hajjah Rabiatul Adawiyah, SE putri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ulama terkenal asal Betawi yang juga Pimpinan Perguruan Islam Pondok Pesantren As Syafiiyah Jakarta, Tuan Guru Bajang telah dikarunia 4 orang putra dan putri.

Selain Aktivitas dakwahnya yang makin luas baik di Nusa Tenggara Barat maupun di Jakarta dan sekitarnya, TGB juga mendapat sejumlah kepercayaan dari ummat yaitu sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan dan Anggota Komisi X DPR-RI periode 2004 – 2009, beliau juga memangku amanat sebagai Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor – Lombok Timur, Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi dan Pimpinan Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor.

Kini Tuan Guru Bajang diberikan amanah yang besar sebagai Pejabat Gubernur yang terpilih melalui Pilkada Langsung pada 7 Juli 2008 kemarin, Tuan Guru Bajang diharapkan mampu memimpin masyarakat NTB untuk bangkit bersama dan mewujudkan masa depan NTB Baru.
Seluruh amanat yang diembannya menunjukkan dedikasi perjuangannya yang besar tidak hanya bagi warga Nahdlatul Wathan, keluarga besar partai bulan bintang dan NTB melainkan demi sebuah pencapaian yang tertinggi untuk ummat, bangsa dan negara.

Selamat Berjuang Tuan Guru…
Selamat Datang Fajar Kebangkitan Syariah di Belahan Timur Indonesia.

(Review oleh Badrut Tamam Gaffas)


Posted by Badrut Tamam on Jul 5, '08 10:34 AM for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Badrut Tamam Gaffas
BUYA HAMKA adalah potret ulama kharismatik, politisi sejati dan pujangga terkemuka yang memilih berkiprah dalam perjuangan pembentukan karakter ummat dan bangsa.

Buya Hamka bukan sosok ulama istana, beliau adalah ulama pejuang yang berhasil menjadi peletak dasar kebangkitan komunitas islam modern atau kaum gedongan di Ibukota lewat icon al azhar yang pada akhirnya berhasil pula melebarkan sayap sebagai lembaga pendidikan modernis dan agamis.

Sebagai politisi buya hamka patut menjadi teladan, Pandangan dan keyakinannya senantiasa lurus - lurus saja memperjuangkan aspirasi ummat, beliau bersama tokoh-tokoh Masyumi lainnya adalah para pejuang Islam yang gigih dalam mengajukan konsep-konsep Islam, secara ilmiah dan argumentatif. Tetapi, juga konsisten dalam memegang teguh aturan main secara konstitusional. Ketika perjuangan melalui jalur partai politik terganjal, buya hamka dan para tokoh Masyumi memilih hijrah dengan menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan perguruan tinggi. Karena sesungguhnya dakwah adalah laksana air yang mengalir, tidak boleh berhenti, dan tidak bisa dibendung.

Sikap Istiqomah menjadi garda terdepan walau harus menghadapi tangan - tangan besi kekuasaan yang terbukti berhasil menjebloskannya ke penjara.

Penjara badaniah tak sekalipun kuasa memenjarakan kebesaran jiwa seorang hamka yang tetap merdeka, sejarah pula yang akhirnya mencatat bahwa dari dalam penjara lahir karya terbesar buya hamka yang membuatnya dikenal hingga ke mancanegara, Tafsir Al Azhar adalah satu - satunya Tafsir Al Qur’an yang ditulis oleh ulama melayu dengan gaya bahasa yang khas dan mudah dicerna.

Bukan Sekedar itu karya sastra buah penanya tak kalah hebatnya, beberapa novelnya seperti Dibawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wickj , Merantau ke Deli dan banyak karya - karya beliau ternyata tidak hanya dipublikasikan oleh penerbit nasional sekelas Balai Pustaka dan Pustaka Bulan Bintang melainkan juga diterbitkan di beberapa negara asia tenggara bahkan di release juga diberbagai situs, blog dan media informasi lainnya.

Pendek kata karya besar buya hamka saat ini telah mendunia meski ironisnya di negeri sendiri sudah jarang generasi muda yang mengenal sosoknya yang fenomenal.

Sikap Istiqomah yang dicontohkan buya hamka bisa menjadi inspirasi bagi kita, beliau bukan alumni perguruan tinggi manapun namun banyak sekali kalangan yang menuliskan di depan namanya gelar atau title Prof Dr, siapa yang bakal menyangka jika seorang yang pada awalnya belajar secara otodidak belakangan justru banyak di berikan gelar doctor honoris causa oleh banyak universitas terkemuka.

Karya - karya buya hamka terutama di bidang sastra memang telah melambungkan nama bangsa, mengharumkan nusantara hingga ke manca negara.

Simaklah petikan puisi yang dituliskannya secara khusus untuk Pak Natsir, Puisi yang ditulis Buya Hamka pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar uraian Pidato Natsir yang dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar negara RI.

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapiSuaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama-sama
Untuk menuntut Ridha IlahiDan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Jalan Istiqomah yang dilalui dalam setiap jejak pergerakan dan perjuangan buya hamka untuk memajukan kaumnya merupakan rintisan yang seharusnya bisa diteruskan dari generasi ke genarasi. Benarkah ?!?!

(Review oleh Badrut Tamam Gaffas)



Posted by Badrut Tamam on Jul 5, '08 10:25 AM for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Badrut Tamam Gaffas
Pak Natsir seorang inspirator pergerakan, siapa yang meragukan !!!
Dalam gelora kaumnya yang muda pak natsir bergabung dan mengetuai Kepanduan JIB (Jong Islamieten Bond) Cabang Bandung, JIB menjadi salah satu
komponen pemuda yang sukses mencetuskan ikrar sumpah pemuda, Natsir muda menjadi murid intelektual ulama terkemuka A Hassan Bandung dan Politisi Kawakan Haji Agus Salim.

Setelah lewat masa perjuangan yang panjang di jalur politik, Lewat DDII yang dipeloporinya, pak natsir sukses membina dai – dai muda, mengirimkannya ke wilayah transmigrasi hingga kader – kader dakwah akhirnya tersebar merata bertebaran di pelosok nusantara.

Pak Natsir seorang Nasionalis Sejati, siapa yang mengingkari !!!
Tatkala poltik pecah belah belanda berjaya menjadikan negeri ini “boneka” sebagai politisi pak natsir tampil kemuka menyuarakan mosi integralnya pada tahun 1949, seruan yang menjadi pijakan menyelamatkan Indonesia Raya, seruan yang diyakini telah mengubah peta nusantara dan sekonyong – konyong menghidupkan kembali NKRI dari sabang sampai merauke. Pandangannya tentang Pancasila juga perlu diteladani bahwa tidak ada pertentangan Pancasila dan Islam, kecuali bila Pancasila itu sengaja diisi dengan paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Pak Natsir seorang demokrat penegak syariat siapa hendak mendebat !!!
Polemiknya seputar dasar negara dengan bung karno juga di Majelis Konstituante (1957-1959) yang bertugas merumuskan kembali dasar negara RI dilakukan oleh Natsir untuk memperjuangkan Islam sebagai dasar negara dalam format yang sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Perjuangan fraksi-fraksi Islam hanya mencapai separuh jalan, kemudian di-by pass oleh Dekrit Presiden yang membubarkan Konstituante. Perjuangan ini menjadi inspirasi yang patut digali, ditelusuri dan diikuti, penegakan syariat islam sebagaimana diamanatkan oleh the founding father dalam Piagam Jakarta tak sekalipun surut diperjuangkan meski akhirnya parlemen dibekukan, meski akhirnya partai masjumi yang dipimpinnya dikubur hidup –hidup oleh penguasa di dasar tergelap sejarah.

Pak Natsir ulama pemikir siapa berusaha mungkir !!!
Lewat DDII yang dipeloporinya, pak natsir sukses membina kader dakwah hingga ke pelosok nusantara, meski jasadnya tlah terbaring tetapi percikan pemikirannya tak mengering karena begitu banyak natsir – natsir muda yang siap meniti jalan dakwah, menyelaraskan langkah menuju cita – cita Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur.

Peran Natsir yang menonjol di dunia Islam ialah sebagai wakil presiden Muktamar Alam Al-Islami (World Muslim Congress), anggota inti Rabithah Alam Islami di Makkah, anggota inti Dewan Masjid Sedunia, dan lain-lain. Beliau pernah diusulkan menjadi Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), tapi ironisnya tidak disetujui Pemerintah RI.
Pada 1980 Natsir menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal (Faisal Award) dari Kerajaan Saudi Arabia atas jasa-jasanya kepada dunia Islam, Pak Natsir dipercaya Sebagai tokoh pembaruan dan intelektual Muslim tidak hanya bagi Indonesia tapi bagi Dunia Islam pada umumnya.

Pak Natsir seorang pahlawan , siapapun akan tetap menganggapnya demikian !!!
Natsir turut membantu pemerintah dalam pemulihan hubungan diplomatik dengan Malaysia pasca konfrontasi 'Ganyang Malaysia'. Dari balik tembok tahanan beliau menulis surat pribadi kepada Perdana Menteri Tengku Abdul Rahman yang sebelumnya menolak menerima utusan pemerintah Indonesia yaitu Ali Moertopo dan Benny Moerdani. Dan banyak lagi kisah kepahlawanan Natsir untuk Ummat, Bangsa dan Negara. Begitu banyak catatan yang seharusnya diurai, begitu panjang jalan yang perlu dibentangkan, begitu banyak mutiara hikmah yang bisa dipetik dan diteladani, bagi kita nama beliau telah terukir di hati sebagai pahlawan penegak syariat, pahlawan yang akan terus abadi di hati ummat.

Mohammad Natsir sesungguhnya adalah Pahlawan modern yang langka, pejuang yang ikhlas dan tak penat memandu umat, perpaduan yang paling representatif dan pantas menjadi Icon Islamis plus Nasionalis.

Pak Natsir pernah menulis:
“Tanggal 17 Agustus 1945 kita mengucapkan hamdalah; alhamdulillah menyambut lahirnya Republik sebagai anugerah Allah! Tanggal 18 Agustus kita istighfar mengucapkan astaghfirullah (mohon ampun kepada Allah) karena hilangnya tujuh kata!”

Lantas Siapa hendak mengikuti jejaknya ???…

(Review oleh : Badrut Tamam Gaffas)
Dalam Memperingati Seabad "HERO" Buya Dr. Mohammad Natsir


Posted by Badrut Tamam on Jun 4, '08 10:11 PM for everyone

NU-MUHAMMADIYAH masih menjadi ormas Islam terbesar dan gerakan arus utama dakwah di tanah air, kultur beragamaan yang berbeda bukan berarti menutup jalan keduanya untuk disenyawakan dalam satu bingkai apalagi jika hal tersebut dimaksudkan demi terciptanya ukhuwah dan terbinanya cita – cita yang lebih besar.

Banyak Jalan yang ditempuh oleh para pendahulu untuk mempersatukan segenap potensi ummat termasuk didalamnya NU dan Muhammadiyah, kendati tidaklah mudah dan sederhana kenyataannya keduanya memang tidak mustahil untuk dipersatukan.

Bersatu karena cita – cita besar Kemerdekaan

Pada tanggal 7 dan 8 November 1945 di Yogyakarta terjadi sebuah peristiwa yang amat bersejarah bagi ummat Islam di tanah air, yaitu diselenggarakan Kongres Ummat Islam Indonesia. Kongres akhirnya menyepakati dibentuknya partai politik Islam sebagai satu-satunya wadah perjuangan politik ummat Islam Indonesia. Dikalangan kongres waktu itu ada dua usul tentang nama partai yang akan dibentuk. Satu kalangan menghendaki nama Masyumi, karena sudah popular, karena Masyumi didirikan dizaman pendudukan Jepang sementara kalangan kedua mengusulkan nama Partai Rakyat Islam, tetapi akhirnya disepakati nama Masyumi dengan penegasan bahwa nama itu bukan lagi singkatan dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia sehingga disebut “Partai Politik Islam Masyumi”

Dalam tinjauan sejarah peleburan ini mengandung arti bahwa ummat Islam bisa mengesampingkan perbedaan demi satu tujuan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan kebersamaan yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan yang senafas dengan Semangat Ukhuwah Islamiah dan Ukhuwah Wathoniah. Dalam perjalanannya yang tidak panjang persatuan ini terurai karena banyaknya pengaruh luar serta memudarnya nafas kebersatuan karena “cita – cita bersama” yang diperjuangkan telah tercapai.

Bersatu dalam menyikapi bahaya merah PKI

Meski NU dan Muhammadiyah telah memilih jalannya sendiri namun dalam perjalanan selanjutnya keduanya kembali memiliki “isu bersama” yang secara strategis mempersatukan cita – cita untuk membentengi ummat dan bangsa dari bahaya merah Partai Komunis Indonesia yang nyata telah melaksanakan “pengkhianatan / pemberontakan” atas bangsa dan rakyat Indonesia lewat cita – cita besarnya untuk memerah totalkan negeri ini.
Keduanya NU dan Muhammadiyah bersatu dalam bentuk berbagai Kesatuan Aksi yang mengusung tuntutan yang sama yang dikenal sebagai TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) yakni “ Bubarkan PKI, Turunkan Harga dan bersihkan Kabinet dari unsur – unsur PKI.

Bersatu dalam bentuk poros tengah di sidang istimewa.

Ketika reformasi bergulir dan saluran politik dibuka selebar – lebarnya maka Partai – partai Islampun bermunculan, seperti Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan (PK) dan lahir pula partai – partai dengan kultur NU seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Kebangkitan Ummat (PKU) serta tidak ketinggalan partai yang berkultur muhammadiyah yakni Partai Amanat Nasional (PAN). Banyak Pengamat menilai banyaknya partai yang ber-azas Islam dan berbasis massa Islam menunjukkan sulitnya untuk mempersatukan kembali ummat islam dalam ranah politik.

Kenyataan ini terbalikkan dengan terbentuknya kaukus politik bernama poros tengah pada Sidang Umum MPR 1999, pada saat itu poros tengah memainkan peranan yang penting dalam memuluskan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden mengalahkan dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berambisi menjadikan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden wanita pertama dalam sejarah Republik ini.

Perlu dicatat bahwa dalam kasus ini atas dasar persamaan kepentingan maka berbagai kutub politik Islam berhasil dipersatukan demi menjaga keberlanjutan demokrasi dan menghindari tampilnya calon tunggal yang terpilih secara aklamasi.

Bersatu untuk sebuah cita – cita yang lebih besar

Dalam menghadapi Pemilu 2009 dari rahim NU dan Muhammadiyah kembali lahir partai – partai politik baru yang tentu akan menjadi kompetitor bagi pendahulunya seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bakal menghadapi pesaing berat dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang dimotori oleh para ulama NU, begitupun dengan kehadiran Partai Matahari Bangsa (PMB) yang diprakarsai oleh Angkatan Muda Muhammadiyah yang hampir dipastikan bakal bersaing ketat dengan saudara tuanya yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

Diluar itu PBB (Partai Bulan Bintang / Partai Bintang Bulan), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga patut diperhitungkan karena sebagai bagian ummat yang terbesar warga NU dan Muhammadiyah masih menjadi target – target suara yang potensial terlebih dari pimpinan pusat baik NU maupun Muhammadiyah secara terang dan tegas bersikap “dewasa” dan “ksatria” dengan memberikan keleluasaan kepada ummat-nya untuk secara bebas menyalurkan aspirasi politiknya.

Kelak di parlemen partai – partai ini akan bertemu dalam memperjuangkan aspirasi konstituen yang telah memberinya kepercayaan, tentu pada saat memperjuangkan nasib dan masa depan ummat berbagai kekuatan ini diharapkan bisa menyatukan diri sebagai koalisi strategis dalam meraih vitalitas politik yang besar dan menentukan.

Jejak – jejak bersatunya kutub – kutub politik yang berbeda dari ummat Islam khususnya yang diwakili/mewakili NU dan Muhammadiyah merupakan catatan langkah yang secara nyata terbukti bisa kembali di-upayakan secara sungguh – sungguh dengan mengedepankan kesamaan gagasan, harapan dan cita – cita yang lebih besar demi kemanfaatan bersama ummat dan bangsa.

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media )

Special Promo : Kerja Keras Adalah Energi Kita


Posted by Badrut Tamam on Jun 4, '08 2:56 AM for everyone
Dunia Digital yang berkembang pesat tidak selamanya negatif, buktinya Akhir – akhir ini Software Islami, Jurnal Islami, Buku – Buku bertema Islami, Cerita Fiksi dan Non Fiksi yang Islami dan Bahkan Kitab Suci Al Qur’an telah tersedia dalam versi digital baik dalam bentuk software khusus maupun dalam bentuk Buku Elektronik atau E-Book.


Khusus untuk Al Qur’an selain tersedia plug-in yang terintegrasi dengan Microsoft Word http://www.geocities.com/mtaufiq.rm/quran.html , tersedia pula website hamka online yang menampilkan secara khusus Tafsir Al Azhar yang bisa diakses di link / taut pada sisi kanan blog ini, juga telah tersedia E-Book Gratis Al Qur’an Digital persembahan anak bangsa, sebuah freeware yang sarat manfaat serta bebas untuk diakses / di download dengan klik disini

Beberapa kelebihan dan fasilitas software Al Quran Digital adalah mampu menampilkan ayat-ayat Al Quran dalam tulisan Arab dan terjemahan Indonesia, menampilkan catatan kaki dari Al Quran terjemahan Depag RI, menyediakan indeks menurut subyek, mampu melakukan pencarian kata dalam terjemahan, mampu membuat bookmark dari ayat yang dianggap penting, ayat dalam tulisan Arab dan terjemahan dapat dicopy paste ke program lain seperti Microsfot Word dan tidak memerlukan instalasi font atau program tambahan Freeware Al Qur’an Digital ini bisa kita nikmati berkat kerja kreatif dari Achmad Fahrudin (Dosen Institut Pertanian Bogor), Ari Widodo (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung), Gatot H. Pramono (Staf di Badan Koordinasi Survey dan Pemetaaan Nasional, Cibinong), Mohammad Mukhlis Kamal (Dosen di Institut Pertanian Bogor), dan Poerbandono (Dosen di Institut Teknologi Bandung), sebuah kerja produktif yang InsyaAllah berbuah kebajikan dan menjadi ladang amal bagi para kreatornya.

Ayat – ayat Suci Al Qur’an baik yang Hardcopy maupun yang digital seharusnya lebih membangun jiwa dan lebih mempesona dibandingkan Ayat – ayat buatan manusia, sayangnya akhir – akhir ini kita justru tenggelam dalam fenomena ayat – ayat indah karya manusia sehingga sibuk luar biasa mencari link Download Gratis E-Book Ayat – Ayat Cinta dan melupakan sebuah keseimbangan untuk kembali kepada Ayat – Ayat Suci Al Qur’an yang sesungguhnya adalah CAHAYA DIATAS CAHAYA, CINTA DIATAS CINTA. Wallahu’alam.

(Sebuah Ajakan oleh Badrut Tamam Gaffas)


Posted by Badrut Tamam on Jun 2, '08 6:41 AM for everyone

Al Azhar adalah Sebuah tempat belajar di SMA 2, sebuah SMA Favorit di Lumajang, sebagai bagian dari anak desa yang bersekolah di kota saya dan teman - teman larut dalam dinamika darah muda yang berproses mencari identitas yang kemudian justru terkepung dalam kompetisi prestasi dengan teman – teman kota yang berada secara materi.

Terperangkap dalam idealisme prestasi menjadikan terforsirnya waktu hanya untuk belajar secara fokus menjawab tantangan untuk membalikkan kenyataan sebagai anak desa yang berprestasi kota, sementara saat itu al azhar hampir selesai pembangunannya sehingga muncullah kebutuhan untuk meramaikan al azhar dengan kegiatan, disanalah selanjutnya kami mulai akrab bersentuhan dengan aktivitas diluar sekolah, singkatnya al azhar adalah tempat pertama untuk mengenal organisasi secara utuh.

Suatu ketika saya dan rekan – rekan al azhar  pernah memburu para jilbaber yang masih langka saat itu untuk di kumpulkan di depan musholla dan di foto, dan foto para jilbaber SMA 2 dari berbagai kelas itu dipublikasikan di media tempel mading dengan dibumbui tulisan “Ternyata Berjilbab itu Indah” , terlepas dari ada tidaknya dampak publikasi tempel jilbaber itu yang jelas pada periode - periode angkatan selanjutnya jumlah siswi berjilbab meningkat cukup signifikan, selain itu beberapa kegiatan penting berhasil terlaksana dengan sukses seperti Kajian Rutin, Pekan Al Azhar Fair hingga Bakti Sosial ke Ranu Pane.

Berawal sebagai junior saya banyak belajar kepada para senior di Al Azhar bahkan sekalipun mereka telah lulus kerapkali  mereka datang pada saat liburan untuk berbagi pengalaman serta mengarahkan kami. Pada gilirannya kamipun demikian menjadi senior dan membekali  para junior, menjaga siklus (junior – senior – junior) agar terus berlanjut dari generasi ke generasi. Walhasil Al Azhar dengan Remusnya telah menjadi kegiatan alternatif ekstra kulikuler di SMA Negeri 2 Lumajang.

Kini al azhar telah rata dengan tanah berganti dengan bangunan megah Sekolah Unggulan Terpadu (SUT). Tinggallah tersisa cerita, catatan dan kenangan dengan kata lain al azhar telah dimuseumkan sebelum saatnya pada usia yang masih sangat belia. Jadi Bukan hanya Habiburrahman El Saerozi, sang penulis Novel Ayat - Ayat Cinta itu yang Alumnus Al Azhar, betul kan ?!?!…

Ulul Albaab di Kampus Polinema

Di Kampus Polieknik Unibraw Malang terdapat Musholla Ulul Albaab yang tidak sekedar tempat sholat, Musholla mungil itu menyimpan banyak catatan khususnya bagi geliat aktivitas spiritual. Ulul Albaab mengalami rentetan demi rentetan dinamika yang panjang mulai dari  menjadi pelabuhan rohani bagi semua insan muslim dan muslimah di kampus poltek, mengerasnya perbedaan corak spiritual hingga hadirnya tarikan – tarikan kepentingan dari berbagai elemen baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Betapapun dinamika yang terjadi, Ulul Albaab laksana gua hira dan oase yang mampu mengurai kegersangan menjadi kesejukan ditengah perjalanan yang sesungguhnya panjang, penuh liku, melelahkan sekaligus mengasyikkan. 

Sebagai alumni Latihan Kepemimpinan Muslim (LKM VII) dan dipercaya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Latihan Kepemimpinan Muslim (LKM VIII) maka periode 1995 – 1996 saya di’titipi’ amanat sebagai Ketua Bidang Ekstern yang membawai tiga departemen yakni FSPI (Forum Silaturrahmi dan Pengkajian Islam), Departemen Alumni dan Departemen Penerbitan. FSPI menjadi jembatan untuk berinteraksi dan berjaringan dengan organisasi, lembaga, institusi atau perorangan di luar MUA, FSPI meng-agendakan berbagai kegiatan penting seperti silaturrahmi dengan jajaran takmir dosen, Bakti Sosial dan Bersama – sama dengan Sie Kerohanian Islam Senat Mahasiswa menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan seperti Ramadhan In Campuss (RIC), Safari Qurban dan Mentoring bagi Mahasiswa Baru. 

Departemen Alumni bertugas mendata dan membuat Biodata Alumni serta meng-agendakan Forum Silaturrahmi dan Pelepasan Alumni (FSPA), sementara Departemen Penerbitan menerbitkan Buletin Al Fath sebagai media informasi cetak yang diterbitkan secara berkala.

Menggores Pena Lewat Kreasi Media (Al Fath dan Fath Media)

Catatan paling menarik adalah keterlibatan dalam proses transisi dari buletin tambal sulam “ulul albaab” menjadi buletin Al Fath untuk menjawab kebutuhan media dakwah dan menghadirkannya secara berkala ditengah padatnya aktivitas kuliah.

Menjadi Pimpinan Umum Al Fath pada periode - periode awal menjadi inspirasi untuk selanjutnya mengembangkan media - media lain baik cetak maupun online sebagai bentuk kontribusi kepada proses belajar yang tidak boleh terhenti.

Eksistesi Ulul Albaab yang menguat dan melemah dalam dinamika kehidupan spiritual di kampus menjadi bukti betapa Ulul Albaab dengan Badan Ketakmiran, dengan Badan Otonomi Muslimah (BOM) maupun Badan Otonomi Perpustakaaan (BOP) merupakan ‘tempat belajar’ , merupakan sebuah ‘warna’ yang tidak bisa dihapuskan begitu saja bagi siapapun yang merasa menjadi bagian komunitas insan muslim di kampus tercinta Politeknik Unibraw Malang.

Kini Politeknik Unibraw Malang telah  resmi berganti nama menjadi Politeknik Negeri Malang (Polinema) dari Kampus di Jl. Veteran pindah secara bertahap di Jl. Soekarno – Hatta,  Sebagai seorang Alumni seperti Alumni Poltek yang lain kami hanya bisa menatap dari jauh seraya membayangkan bagaimanakah nasib Ulul Albaab selanjutnya …?!!?

Dua Universitas Terbuka yang bernasib sama

Al Azhar dan Ulul Albaab ternyata mempunyai banyak kesamaan, dua - duanya sama - sama musholla, sama - sama  yang jadi tempat belajar, keduanya juga akhirnya bernasib sama yakni sebagai pelabuhan rohani yang tergusur oleh sebuah proyek mercusuar yang mengatasnamakan hak kemajuan bagi dunia kependidikan.

Al Azhar tergusur oleh Mega Proyek Sekolah Unggulan Terpadu (SUT), sementara Ulul Albaab tergusur oleh sebuah Gagasan Kemandirian. Semoga saja Keduanya dengan fungsinya yang “vital” bisa bangkit kembali di tempat dan iklim yang baru. Amien Ya Rabbal Alamiin

(Sepenggal Catatan Perjalanan Hidup, bisa juga dibaca disini )


Posted by Badrut Tamam on Jun 2, '08 5:01 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Indahnya Kebersamaan di sebuah tempat yang sejuk nan indah di Lereng Semeru, Semoga Allah SWT Senantiasa Membimbing dan Memberikan Petunjuk-NYA agar kugapai "RUMAHKU - SURGAKU"

Note
Kesan dan Pesan Sahabat
   
orbitiklan wrote on Apr 15
permisi, numpang promo ya.
Kini telah hadir media pasang iklan gratis yang memberikan kemudahan bagi Anda pemasang iklan agar dapat beriklan dengan mudah. Iklan Anda tersimpan secara permanen tanpa perlu registrasi dan tampil selamanya. Anda bisa memasang iklan apa saja seperti iklan bisnis, properti, busana, komputer, peluang usaha, rumah, dan lain sebagainya. Segera kunjungi website pasang iklan gratis

http://orbitiklan.com
eartthshades wrote on Sep 22, '11
messiklan wrote on Apr 19, '11
Tempat pasang iklan baris gratis tanpa daftar dan langsung tampil. Promosikan semua produk atau jasa Anda di messiklan.com sepuasnya, gratis tanpa dipungut biaya.
busanamuslimfilendra wrote on Oct 22, '10
Salam kenal. Numpang promo ya..

toko online jaket kulit kualitas export
- banyak pilihan jaket kulit
- bisa order jaket kulit sesuai model
- ukuran jaket kulit bisa disesuaikan

jaket kulit

janganpilihsaya wrote on May 25, '10
Assalamu'alaikum,
Salam kenal :)
busana muslim dan baju anak
nayscollection wrote on May 16, '10
kini telah hadir di Nay's Collection (http://nayscollection.multiply.com)

1. My Quran, Al-quran yang bercover Bludru yang terlihat elegan di dalamnya terdapat penandaan khusus ayat-ayat mengenai Wanita, Ringkasan Fiqih Wanita.
Dengan pilihan warna yang berbeda.

2. Longtorso Muslim : Untuk dalaman untuk kebaya yang akan mempertambah kecantikan dalam berbusana

3. Jilbab : untuk tetap tambil modis dalam syariah Islam

4. Produk FC Bio Sanitary Pad AVAIL , pembalut wanita SPEKTAKULER dengan berbagai kelebihan :

Khasiat FC-Bio Sanitary Pad :
1. Mengatasi nyeri haid, sakit otot dan sendi.
2. Mengatasi keputihan.
3. Mengatasi penyakit kulit, gatal-gatal dan alergi.
4. Mengatasi haid tidak teratur..
5. Mengatasi bau tidak sedap.
6. Mengatasi infeksi vagina dan kandung kemih oleh jamur, bakteri dan virus.
7. Mengatasi gangguan kesuburan.
8. Meningkatkan keharmonisan rumah tangga.
9. Membuang angin.
10. Mengeluarkan gumpalan darah dari dalam rahim.
11. Mencegah timbulnya penyakit-penyakit pada vagina dan rahim, seperti tumor, kanker, kista, mioma, dll.
12. Mencegah infeksi pada anus, kolon dan usus bagian bawah, serta dapat mengurangi nyeri pada ambeien.

Kelebihan AVAIL Bio Sanitary Pad….
1. Tidak mengandung florensen, aman digunakan.
2. 100% Kapas
3. Berkualitas tinggi dan tidak mudah tembus
4. Tidak mengandung zat pemutih
5. Tidak mengandung zat dioxin yang dapat menyebabkan kanker rahim, kanker payudara, dll.
6.. Antiseptik
7. Membasmi kuman


Contact : Henny Telp : +62 21 71337735 or +62 815-1616176
e-mail : nayscollection@gmail.com
YM: bonielque
muslimahwarnawarni wrote on Dec 17, '09
permisi numpang promo ya................??
ayo mampir ke site aku new upload ada baju abaya or gamis,
sarung, mukena anak, blus, terimah pesanan sulam dan bordir loh
ayo diborong
aku tunggu ya...................
busanamuslimfilendra wrote on Dec 4, '09
Salam Kenal,
Numpang Promo ya
Morefashion
- Pakaian Distro Bandung
- Baju Impor Korea
dan lain lain

baju korea dan distro bandung

muslimgaleri wrote on Nov 19, '09
Salam kenal. Numpang promo ya..

MuslimGaleri toko online busana muslim dan baju muslim.
- banyak pilihan
- ready stok
- boleh tukar
- bisa dapat duit juga lho

http://www.muslimgaleri.com
muslimgaleri wrote on Nov 3, '09
Assalaamu'alaykum

Numpang promo ya..

MuslimGaleri toko online busana muslim dan baju muslim.
- banyak pilihan
- ready stok
- boleh tukar
- bisa dapat duit juga lho
muslimgaleri wrote on Sep 5, '09
Assalaamu'alaykum wrwb

Salam kenal ya dan mau numpang promo ya..

MuslimGaleri.com, toko online busana muslim dan baju muslim.

- Ready Stok
- Siap Kirim
- Boleh Tukar

Terima Kasih
http://www.muslimgaleri.com
pomponk wrote on Aug 28, '09
Numpang Ping blog yg kena sandbox 4Shared Mp3 From www.dl-musik.co.cc
Upload: dl-musik.co.cc
kangmoes wrote on Aug 10, '09
Assalamualaikum wr. wb
Salam kenal yaa... dan numpang promo

http://rumahmadina.com
tokobusana muslim dan baju muslim online
hegifashion wrote on Jul 25, '09, edited on Jul 25, '09

BUSANA MUSLIM ANAK & DEWASA
BUSANA OKE TP MURAH


http://busana-hegis.host22.com





arofiqy wrote on Jun 17, '09
Assalamualikum...
numpang silaturrahmi, lagi nyari alumnu MUA poltek malang...
eviindriani wrote on Jun 9, '09
www.gudangbelanja.com Grosir dan Retail Baju Bayi, Anak-Dewasa branded Sisa Eksport & Import, Mudah, Murah Berkualitas. Transaksi Online Otomatis 24 Jam/Hari & 7 hari/Minggu. Keterangannya lengkap, banyak model, bahannya halus dan lembut. Di jamin gak akan nyesel deh....! Mampir ya ...
icjjakarta wrote on May 20, '09
InsyaAllah dari situs Revolt And Rise hari ini : 21 Mei 2009

1. “Para Agen Pendusta” : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/58/58
2. Mengupas Syiah di Masjid Al-Azhar : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/57
3. Betah Dijajah Oleh Dunia Barat : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/56
4. Agen Asing Susupi Gerakan Islam : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/55
5. Partai Jualan Islam Lebih Bahaya : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/54
6. O.D.D. (Over Dosis Demokrasi) : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/53
7. AGAMA DEMOKRASI : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/journal/item/52
8. Kesuksesan Pemerintah RI Di bawah Naungan Sistem Demokrasi : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/notes/item/37
9. Sedikit Bagian Dari SESATNYA Demokrasi : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/notes/item/36
10. Republik Anti Syari'at Islam : http://pemburukafirpengacau.multiply.com/reviews/item/36


Wassalam
:::RAR:::
randugunting wrote on May 8, '09
met pagi......moga harimu menyenangkan di akhir pekan ini

Iklan dunk :)
kunjungi http://migren.biz yah :)

Salam,
aRRya
busanamuslimfilendra wrote on Mar 29, '09

Salam Kenal, Numpang Promo ya ;)

Busana Muslim FILENDRA







http://filendra.com

yousea1 wrote on Mar 5, '09
met milad ya...
semoga keberkahan selalu menyertaimu dan keluarga...
amin...
wahyutriono wrote on Mar 5, '09
Assalamu'alaikum ... met hari milad ya..........
khansa1988 wrote on Mar 4, '09
Met Milad ya mba moga sukses selalu
hairia wrote on Feb 21, '09
Uang 200 ribu rupiah bisa kembali menjadi 8 juta rupiah

Rahasia Tabungan Investasi menjadikan Rp 200.000 Anda menjadi Rp 8.043.750 hanya dalam waktu 6 bulan ! Silahkan klik url ini dan dapatkan infonya &.http://www.tabunganekstra.com/?ref=12317 setiap akhir bulan Seluruh Investor Akan Mendapatkan Pembagian Bonus Sharing Royalti Profit Tanpa Terkecuali. Klik URL dibawah ini dan dapatkan infonya.
http://www.tabunganekstra.com/?ref=12317

nagabonar1 wrote on Dec 31, '08
WISHING YOU THE VERY BEST IN
╔══╦══╦══╦══╗
╚═╗║╔╗║╔╗║╔╗║
╔═╝║║║║║║║╚╝║
║╔═╣║║║║║╠═╗║
║╚═╣╚╝║╚╝╠═╝║
╚══╩══╩══╩══╝

¤ø„¸¨°º¤ø„¸ ¸„ø¤º°¨¸„ø¤º°¨

¨°º¤ø„¸ HaPpY ¸„ø¤º°¨

¸„ø¤º°¨ NeW yEaR``°º¤ø„¸

¸„ø¤º ``°º¤ø„¸ ¤ø„¸¨°º¤ø„¸¸„ So glad to have as a friend
kenangajingga wrote on Dec 7, '08
EID MUBARAK
waqie wrote on Dec 1, '08
ass wr wb,
mas badrut, lihat foto keluargamu yang dalam artikel ibu nafisah. latar belakang foto itu pasti di bengko labengan jl. berlian bangselok. aku kenal itu om jamal dan muhaimin qodry (masih gondrong), sekarang beliau kan di pt di bandung. kalau nenekku rumahnya di komplek labengan itu juga namun yang rumah utama, sebelah depan rumah bu fauziah dan sebelah kiri rumah om jamal. ibumu apanya muhaimin qodry?
wassalam
busanamuslimcalosa wrote on Oct 29, '08
Salam Kenal, Numpang Promo ya   

N O W   O N   S A L E  !!


Pesona Busana Muslim CALOSA




http://www.calosa.web.id
bram85 wrote on Oct 17, '08
mampir ke semua temen² MPers yang ada di contact

by Bram's
pemudapungeblangcut wrote on Oct 2, '08
Untuk lisan yang tak terjaga
Untuk janji yang terabaikan
Untuk hati yang berprasangka
Untuk sikap yang menyakitkan
Dihari yang fitri ini
Dengan tulus hati
Mohon ma’af lahir dan bathin
Atas segala dosa dan salah serta kekhilafan
Yang pernah terjadi baik disengaja maupun tidak
Semoga Allah selalu membimbing kita. Amin

Glitter Words
[Mahdi Harlie & Kel / Banda Aceh]

s4bil wrote on Oct 2, '08