Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Mata Air Lereng Semeru

Posted by Badrut Tamam on Sep 6, '08 3:17 AM for everyone

Menjaga Hidup Bertetangga Dalam  Ramadhan

 

وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الذِيى لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بِوَاثِقَهُ

"Demi Allah, tidak beriman … Demi Allah, tidak beriman …. Demi Allah, tidak beriman …! Dikatakan kepada beliau, Sipa ia itu wahai Rasulullah? Rasulullan SAW menjawab, "yaitu orang yang tetangganya tidak aman gara-gara ulahnya."
(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah r.a)

Hadits Rasulullah SAW yang berisi peringatan ini mengajarkan ke segenap ummat untuk menelihara akhlakul kariman dalam berinteraksi sosial khususnya pada kehidupan bertetangga. Terwujudnya suatu hubungan bermasyarakat yang nyaman ditentukan oleh kebaikan hubungan bertetangga.

Tetangga seakan saudara terdekat dalam satu lingkungan. Sehingga baik buruknya bertetangga menjadi ukuran iman seseorang. Maka, "memelihara hubungan dengan tetangga termasuk bagian dari kesempurnaan iman".

Hadist Rasulullah SAW menegaskan, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berlaku baik terhadap tetangganya,  barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berbicara yang baik atau diam saja." (H. R. Muslim)

Hadits shahih ini menjadi asuhan kehidupan bermasyarakat dengan menekankan kepada berbuat baik pada tetangga, menghormati tamu, dan seorang mukmin tidak boleh berkata, kecuali dengan perkataan yang baik. Memuliakan tetangga dapat dilakukan dengan bersikap ihsan kepadanya menurut kemampuan yang dimiliki, seperti sering hadiah menghadiahi, memberi salam, menampakkan keceriaan dan wajah manis dengan ikhlas, serta saling  membantu meringankan kesulitan yang sedanag dihadapi.

Di dalam ajaran Islam kewajiban bermasyarakaat amatlah luas, di antaranya hak tetangga, hak kerabat, hak sesama muslim dan hak sesama manusia walaupun bukan seorang muslim yang bukan pula kalangan kerabatnya. Seseorang dapat dikatakan "orang baik" apabila pergaulannya dan hubungan  dengan tetangga di lingkungannya baik. Apabila tingkah polah dan perilakunya selalu meresahkan atau mengganggu tetangganya, maka dia akan sangat dibenci oleh Allah SWT. Demikian tegasnya Rasulullah SAW menyebutkan di dalam hadits beliau,

 

لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارَهُ بِوَائِقَهُ

"Tidak dapat masuk sorga orang yang tetangganya tidak merasa  aman dari gangguannya". (H.R. Muslim)

Berdasarkan hadist di atas, jika ada tetangga yang mencela, seharusnya tidak membalas dengan celaan, dan bila ada tetangga yang menyakiti hati, tidaklah mesti berbalas dengan menyakiti hatinya. Semestinya segala urusan dikembalikan kepada Allah SWT sebagai penjaga dan pemelihara diri, jiwa dan kehormatan Dengan ini sikap pemaaf adalah paling utama.

Wasiat Rasulullah berkenaan masalah tetangga mesti diupayakan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, agar komuniotas lingkungan menjadi seperti sebuah keluarga yang kuat. Kehidupan bermasyaraakat dalam lingkungan muslim digambarkan sebagai batang tubuh yang satu. Manakala salah satu anggota tubuh itu sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan bertanggang sebagai satu bentuk solidaritas yang spontan. Kehidupan masyarakatnya selalu diikat dengan sikap saling tolong-menolong, bahu membahu dalam kebaikan dan taqwa.

Dengan terlaksananya berat sepikul ringan sejinjing atau amar ma'ruf dan nahi munkar, maka terciptalah sebuah masyarakat yang rukun, damai, aman, sentosa dan harmonis yang selalu diikat dengan nilai sopan santun. Masyarakat sedemikian disebut "Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur".

Sayyidah Aisyah Radhiaallahu 'anha mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda ;

 

صِلَةُ الرَّحِمِ وَ حُسْنُ الخُلُقِ وَ حُسْنُ الِجَوارِ يُعَمِّرْنَ الدِّيَارَ وَ يُزِدْنَ فِى الأَعْمَارِ

"Silaturrahmi, berakhlak mulia serta bertetangga dengan baik akan membangun dunia dan memperpanjang usia".(HR. Ahmad).

            Di dalam bulan Ramadhan amat di anjurkan saling memberi perbukaan, saling menegur dengan baik, saling menjauhi perkataan kumuh dan bohong, agar terjaga hubungan bertetangga yang baik. Semoga Allah SWT selalu memberi kita kekuatan. Amin.


Wassalam,

Buya H. Masoed Abidin


Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min sakhati-ka wa an-naar
Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun rahiim.


15 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ginasari wrote on Sep 6, '08
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sayaha yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri." QS An-Nisa' (4): 36

pomponk wrote on Sep 6, '08
Terima kasih pak,
bulanbintang5308 wrote on Sep 6, '08
Trimakash kk...tausiyah yg menentramkan jiwa
tintin1868 wrote on Sep 7, '08
sudah waktunya kita silahturahmi juga sama tetangga.. tfs ya mas..
husna763 wrote on Sep 7, '08, edited on Sep 7, '08
Memang kedudukan manusia di sisi Allah perlu kita perhatikan sehingga kita hidup di dunia ini penuh dengan adab dan kehati-hatian, tanpa sifat gegabah. Apalagi manusia yang beriman kepada Allah dan nabi-Nya Muhammad Saw. Diriwayatkan dari Anas ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa menyakiti seorang muslim tanpa kebenaran, maka seakan-akan ia menghancurkan ka'bah." (HR. Thabraniy dalam ash-Shagiir) Diriwayatkan oleh banyak sahabat dalam kitab Kasful Khafaa wa Muziilil ilbaas [hadits no 2086], bahwa Rasulullah Saw. menatap ka'bah lalu bersabda, "Allah telah meninggikan, memuliakan, dan mengagungkanmu, sedangkan kehormatan seorang mukmin lebih agung darimu."
Comment deleted at the request of the author.
badruttamamgaffas wrote on Sep 10, '08
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sayaha yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri." QS An-Nisa' (4): 36
Terimakasih mbak, Ayat tersebut adalah Sebuah Panduan untuk berinteraksi sosial di tengah masyarkat dan mengaplikasikan Islam sebagai Ajaran Universal dan Rahmatan Lil Alamin
badruttamamgaffas wrote on Sep 10, '08
pomponk said
Terima kasih pak,
Sama-sama semoga Tausyiah Buya Haji Masoed Abidin ini bisa bermanfaat bagi kita
badruttamamgaffas wrote on Sep 10, '08
Trimakash kk...tausiyah yg menentramkan jiwa
Tausyiah ini kiriman dari guru saya Buya Haji Masoed Abidin via E-mail jika ingin tausyiah yang lain bisa langsung kunjungi MP Buya di http://masoedabidin.multiply.com
badruttamamgaffas wrote on Sep 10, '08
sudah waktunya kita silahturahmi juga sama tetangga.. tfs ya mas..
Benar, tetangga adalah komunitas terdekat tempat kita menebar ukhuwah dan dipersaudarakan diatas landasan agama
badruttamamgaffas wrote on Sep 10, '08
Memang kedudukan manusia di sisi Allah perlu kita perhatikan sehingga kita hidup di dunia ini penuh dengan adab dan kehati-hatian, tanpa sifat gegabah. Apalagi manusia yang beriman kepada Allah dan nabi-Nya Muhammad Saw. Diriwayatkan dari Anas ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa menyakiti seorang muslim tanpa kebenaran, maka seakan-akan ia menghancurkan ka'bah." (HR. Thabraniy dalam ash-Shagiir) Diriwayatkan oleh banyak sahabat dalam kitab Kasful Khafaa wa Muziilil ilbaas [hadits no 2086], bahwa Rasulullah Saw. menatap ka'bah lalu bersabda, "Allah telah meninggikan, memuliakan, dan mengagungkanmu, sedangkan kehormatan seorang mukmin lebih agung darimu."
Setuju dan trims atas komentarnya yang menyejukkan.
Senada dengan itu adalah sebuah hadist yang menggarisbawahi bahwa belumlah dikatakan beriman dengan sebenar-benarnya apabila seorang muslim itu tidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
shafa2hilman wrote on Sep 23, '08
ini kdg yg jadi ganjelan..klo tetangganya suka berkata yg menyakitkan thd kita ? apa yg harus dilakukan..?
saya kdg hanya menelan ludah..sy jaga hub baik, tp sy tak mau terlalu akrab..sal;ahkah yg saya lakukan? makasih..
badruttamamgaffas wrote on Sep 23, '08, edited on Sep 23, '08
Memang adakalanya tetangga tidak peduli dengan hak-hak bertetangga, Rasulullah bisa menjadi teladan kita dalam permasalahan ini, betapa seringnya rasulullah diumpat, dilempari batu hingga berdarah-darah dan bahkan di ludahi dan diteriaki pendusta, tapi Rasulullah senantiasa menengadahkan tangan dan memohonkan do'a untuk mereka "Ya Allah Maafkanlah mereka dan berikanlah mereka Petunjuk, sesungguhnya mereka Tidak mengetahui (perbuatannya)", Subhanallah...itulah Rasulullah Muhammad SAW yang akhlaqnya adalah Al Qur'an
Bagaimana dengan kita ?!?! kadang kita gemes dan jadi geregetan sendiri atas ulah-ulah usil orang disekeliling kita, itu manusiawi saja bagi saya tapi mari kita bersama berusaha bersikap seperti Rasulullah yang mengajak dengan Hikmah tidak dengan berbantah-bantahan apalagi sampai saling berunjuk kekuatan. La Tahzan, kebaikan sejati dan ketulusan hati akan sanggup melunakkan hati serta menguraikan dendam dan permusuhan. Wallahua'lam
ginasari wrote on Sep 23, '08
Kalau tidak salah baca, Rasulullah juga pernah didatangi sahabat yang mengeluh punya tetangga kurang menyenangkan, Rasulullah menyarankan..: "pulang, dan bersabarlah..!"
badruttamamgaffas wrote on Sep 24, '08
Kalau tidak salah baca, Rasulullah juga pernah didatangi sahabat yang mengeluh punya tetangga kurang menyenangkan, Rasulullah menyarankan..: "pulang, dan bersabarlah..!"
Terimakasih atas tambahan informasinya
Insyaallah bermanfaat...
Add a Comment